Mengulik Fenomena Pekerja Anak dalam Pandangan Hukum

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, maka seseorang harus bekerja dan menghasilkan uang. Dalam hal ini, yang melakukan aktivitas tersebut merupakan orang dewasa dengan minimal usia 18 tahun. Lantas bagaimana dengan pekerja anak atau remaja ? Yuk intip bagaimana penjelasan mengenai pekerja anak berdasarkan hukum dalam ulasan berikut.

Fenomena Pekerja Anak

Di Indonesia rasanya fenomena pekerja anak ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari, dan tidak membuat orang heran. Pasalnya di jalan jalan pun kerap ditemui anak yang masih begitu belia, sudah menjajakkan makanan atau minuman. Bahkan ada pula yang menjadi pengamen atau meminta minta di jalanan.

Meski sudah menjadi bagian dari kehidupan, namun fenomena ini sebenarnya adalah masalah yang serius. Karena pekerja anak tersebut tidak hanya mengancam kehidupan dari si anak itu saja, namun juga hak hak serta masa depan mereka sekaligus bangsa. Kemiskinan adalah satu alasan utama yang memicu terjadinya fenomena pekerja anak ini.

Dari Pandangan Hukum

Bila berbicara terkait pekerja anak berdasarkan hukum, maka hukum ketenagakerjaan pasal 68 telah menegaskan bahwa para pengusaha bahkan dilarang untuk mempekerjakan anak di bawah umur (di bawah usia 18 tahun). Bahkan terdapat ancaman pidana sedikitnya 1 tahun dan paling lama 4 tahun, atau denda minimal 100 juta dan maksimal 400 juta.

Sedangkan untuk siswa yang tengah menjalani praktik pelatihan kerja, pasal 70 mengatur mengenai pengecualian diperbolehkannya hal tersebut. Namun dengan syarat usia sudah di atas 14 tahun, dan pekerjaan yang dilakukan juga merupakan bagian dari pelatihan yang disahkan oleh pejabat berwenang atau bagian dari kurikulum pendidikan.

Namun jika karena keadaan anak di bawah umur tetap harus bekerja karena kondisi keuangan, maka hal ini juga sudah diatur pada pasal 69. Yakni diperbolehkan namun dengan syarat syarat tertentu, seperti usia anak antara 13 hingga 15 tahun, waktu kerjanya tidak boleh lebih dari 3 jam, ada izin tertulis orangtua/wali, dilakukan pada siang hari, dan diberikan upah sesuai aturan. Jadi berdasarkan pemaparan di atas, sebenarnya anak di bawah usia 18 tahun masih belum boleh bekerja. Namun terdapat pengecualian terhadap beberapa kondisi tertentu. Meski begitu, pengecualian tersebut hanya berlaku hingga anak dengan usia minimal 13 tahun. Sehingga fenomena pekerja anak di luar itu, sebenarnya bisa termasuk sebagai bentuk pelanggaran hukum.

Related Post