Mengulik Tahapan dalam Proses Peradilan Pidana

Hukum pidana merupakan suatu hukum yang mengatur mengenai pelanggaran, serta kejahatan yang dapat terjadi terhadap kepentingan umum. Dalam hukum acara pidana, dikenal proses peradilan pidana yang terdiri atas beberapa tahap sistematis. Tahapan yang dimaksud antara lain sebagai berikut, simak ulasan selengkapnya.

Tahapan Sistematis dalam Peradilan Pidana

1. Tahap Penyidikan

Setelah laporan diterima oleh pihak kepolisian dan dipelajari apakah laporan tersebut merupakan tindak pidana atau tidak. Apabila peristiwa yang dilaporkan dicurigai merupakan tindak pidana, maka kepolisian akan melakukan tahap penyidikan ini. Penyidikan adalah serangkaian upaya dalam mencari serta mengumpulkan bukti, agar tindak pidana menjadi lebih jelas.

2. Tahap Penuntutan

Setelah mendapatkan bukti yang memperjelas tindak pidana, maka selanjutnya masuk ke dalam tahap penuntutan yang dilakukan oleh kejaksaan. Kejaksaan atau penuntut umum, akan melimpahkan perkara kepada Pengadilan Tinggi yang berwenang. JPU atau Jaksa Penuntut Umum pada tahap ini akan meminta hakim untuk memeriksa dan memutuskan perkara.

3. Tahap Pemeriksaan

Setelah perkara dilimpahkan pada Pengadilan Negeri, maka proses peradilan berikutnya yaitu hakim akan melakukan pemeriksaan mengenai tindak pidana yang dilaporkan. Hakim juga di sini akan berwenang dalam memberi putusan peradilan. Pemutusan peradilan tersebut akan dilakukan dengan dasar asas jujur, bebas, serta tidak memihak.

Pada tahap ini juga akan disertai dengan pemberian bukti bukti oleh jaksa penuntut umum, yang didapat atas hasil penyidikan dari pihak kepolisian. Tentunya terdakwa dalam peradilan pidana juga akan diberi kesempatan untuk membela diri. Mereka juga berhak hadir ke pengadilan dengan membawa kuasa hukum yang membela.

4. Tahap Eksekusi

Tahap eksekusi merupakan tahap terakhir dalam proses peradilan pidana. Apabila putusan peradilan dari hakim sudah disetujui oleh semua pihak, maka putusan tersebut akan memiliki kekuatan hukum tetap. Maka tahap ini merupakan eksekusi dari vonis yang diberikan oleh pengadilan, terhadap terdakwa.

Serangkaian proses pidana di atas bisa terjadi dalam waktu yang singkat maupun lama, tergantung dari beratnya kasus yang tengah ditangani. Belum lagi bila putusan peradilan dari hakim ternyata terdapat pihak yang keberatan, maka pengajuan banding bisa dilakukan ke Pengadilan Tinggi. Selain itu, terdakwa juga mempunyai kesempatan untuk melakukan kasasi.

Related Post