Psikopat Sosiopat dan Manfaatnya Saat Proses Pidana

Psikopat Sosiopat dan Manfaatnya Saat Proses Pidana. Sebagian dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah psikopat dan sosiopat. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM 5), baik psikopat dan sosiopat merupakan gangguan kepribadian yang tergolong dalam ASPD atau antisocial personality disorders. Lantas apa perbedaan psikopat dan sosiopat ? Simak penjelasannya berikut.

Perbedaan Antara Psikopat dan Sosiopat

1. Penyebab

Untuk mengetahui perbedaan dari psikopat dan sosiopat, anda perlu mengetahui penyebab dari gangguan tersebut muncul. Psikopat sendiri umumnya banyak disebabkan oleh ketidakseimbangan genetik, dan reaksi kimiawi yang ada di dalam otak. Hal ini membuat seorang psikopat menjadi tidak mempunyai kerangka berpikir dalam hal moral dan etika.

Sedangkan sosiopat bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya faktor cacat otak bawaan yang ditambah dengan pola asuh tidak tepat. Atau bisa juga karena faktor lingkungan seperti pengalaman traumatis di masa lampau, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui penyebab pastinya, diperlukan diagnosis yang cukup panjang terlebih dahulu.

2. Kemampuan Bersosialisasi

Bisa berbicara mengenai kemampuan bersosialisasi, seorang psikopat cenderung mampu untuk bergaul serta menempatkan diri dengan lingkungan sekitarnya. Sedangkan seorang sosiopat biasanya akan sulit untuk berbaur dengan masyarakat. Mereka cenderung menarik diri dari lingkungan, namun mempunyai ego yang tinggi serta menganggap dirinya merupakan segalanya.

3. Kontrol Diri dan Arogansi

Perbedaan psikopat dan sosiopat juga dapat dilihat dari tingkat arogansi dan kontrol dirinya. Dimana seorang psikopat cenderung mempunyai kontrol diri yang cukup baik, dengan naluri predator mereka dapat melakukan suatu kejahatan secara proaktif. Emosinya juga lebih terkontrol, sehingga sangat tenang dan mampu merencanakan suatu kejahatan dengan baik.

Berbeda dengan psikopat, seorang sosiopat mempunyai emosi yang labil dan impulsif. Apabila mereka melakukan suatu tindak kejahatan, maka aksinya biasanya minim persiapan mendetail dan cenderung spontan. Mereka juga lebih bertindak sembrono karena hilang kesabaran, bisa dibilang tingkat arogansinya lebih tinggi bila dibandingkan psikopat.

Salah satu hal yang sangat penting untuk membedakan keduanya, yaitu terkait dengan kesadaran yang dimiliki. Karena seorang psikopat tidak mempunyai kesadaran mengenai hal yang buruk atau baik, sehingga mereka tidak mempunyai rasa bersalah meski melakukan hal buruk pada orang lain. Sedangkan sosiopat masih mempunyai kesadaran dalam diri meski sangat lemah.

Pengaruhnya dalam Proses Pidana

Jika temen-temen membaca artikel diatas dengan seksama kita dapat mengetahui bahwa psikopat bukanlah penyakit kejiwaan yang bisa menghapuskan hukum pidana. Kenapa? Karena jika penderita psikopat dihapuskan hukamannya dapat berdampak pada ketidakadaanya efek jera sama sekali. Apalagi seorang psikopat biasanya membunuh targetnya dengan kejam, ini sangat menimbulkan bahaya dikemudian hari kejadian pidana yang dia lakukan terulang kembali karena bawaan sifatnya.

Related Post