Simak di Sini! Berikut Tips Mengajukan Gugatan Cerai Tanpa Pengacara

Mengarungi bahtera rumah tangga memang tidak bisa dibilang mudah, sehingga terkadang banyak pasangan yang pada akhirnya memilih untuk berpisah. Di Indonesia, pernikahan dan perceraian diatur dalam UU Perkawinan. Sehingga perlu adanya gugatan cerai ke pengadilan. Bagi anda yang ingin mengajukan cerai tanpa pengacara, sebaiknya simak tips berikut.

Tips Mengajukan Gugatan Cerai Tanpa Pengacara

1. Tahu Alasan Perceraian

Apabila anda tidak dibantu oleh pengacara atau advokat dalam melakukan gugatan cerai. Maka anda wajib mengetahui alasan perceraian, agar nantinya bisa diterima di pengadilan. Berdasarkan pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 th 1975, tentang pelaksanaan UU nomor 1 th 1974 tentang perkawinan. Maka suami istri bisa mengajukan perceraian, dengan alasan tertentu.

Di antaranya yaitu salah satu pihak melakukan zina dengan orang lain, atau menjadi penjudi, pemabuk, pecandu, dan lain sebagainya yang sulit untuk disembuhkan. Kemudian salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya selama dua tahun berturut turut, tanpa izin maupun tanpa alasan yang sah. Lalu salah satu pihak mendapat hukum penjara 5 tahun atau lebih berat.

Selanjutnya salah satu pihak mengalami penyakit atau cacat badan, yang mengakibatkannya tidak mampu melakukan kewajiban sebagai suami atau isteri maka gugatan cerai bisa dilakukan. Bahkan terjadinya perselisihan secara terus menerus dan tidak ada harapan rukun lagi, juga bisa menjadi alasan pengajuan gugatan cerai dikabulkan di pengadilan.

2. Mampu Membuat Surat Gugatan Cerai

Mengajukan cerai tanpa pengacara berarti mengharuskan anda untuk mampu membuat surat gugatan seorang diri. Dimana secara umum surat gugatan ini terbagi menjadi dua, yaitu diajukan oleh pihak suami dan diajukan oleh pihak istri. Lalu pada praktiknya pun terbagi lagi, bagi yang melangsungkan perkawinan secara agama Islam dan perkawinan secara non muslim.

Dimana pengajuan gugatan bagi yang melangsungkan perkawinan secara agama Islam, maka dibedakan lagi bila yang mengajukan suami atau istri. Jika suami yang mengajukan maka gugatannya yaitu permohonan talak, jika istri yang mengajukan maka gugatannya yaitu gugatan cerai. Ini penting untuk anda ketahui apabila melakukan gugatan seorang diri ke pengadilan.

Perlu diingat bahwa gugatan cerai di sini harus ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta telah ditandatangani oleh pihak penggugat. Bagi pasangan yang tercatat status pernikahannya di KUA, maka perceraian bisa dilakukan di Pengadilan Agama. Sedangkan yang tercatat di Dukcapil, bisa melakukan perceraian di Pengadilan Negeri.

Related Post