Yuk Intip Bagaimana Cara Mengatasi Cyberbullying di Sini

Semakin majunya teknologi masa kini, membuat perkembangan internet juga semakin pesat. Pada perkembangannya ini, ternyata membuat cyberbullying bermunculan karena mudahnya menulis, berbagai cerita, dan lain sebagainya di media sosial. Lantas bagaimana cara mengatasi cyberbullying ini ? Yuk simak dalam ulasan berikut.

Dampak Cyberbullying

Penting untuk diketahui terlebih dahulu oleh setiap masyarakat dampak dari cyberbullying. Terjadi secara online, bahkan bisa membuat aksi bullying ini membuat seseorang terasa seperti diserang di mana saja bahkan ketika berada di dalam rumah sekalipun. Sehingga rasanya seolah olah tidak terdapat jalan keluar dari masalah tersebut.

Dampaknya tentu saja bisa bertahan lama, dan bisa mempengaruhi korban dalam banyak cara. Seperti secara mental, secara emosional, bahkan secara fisik. Bahkan dalam kasus ekstrem, cyberbullying ini bisa membuat seseorang memilih untuk mengakhiri nyawanya sendiri. Ini memperlihatkan bagaimana mengerikannya bullying baik secara offline maupun online.

Mengatasi Cyberbullying

Apabila merasa mengalami cyberbullying, jika masih berada di bawah umur maka bisa mencari bantuan terlebih dahulu. Bisa kepada orangtua, anggota keluarga yang paling dekat, maupun orang dewasa yang dipercaya lainnya. Bahkan bisa menghubungi TePSA (telepon pelayanan sosial anak) di nomor 1500 771.

Apabila terjadi pada media sosial, maka cara mengatasi cyberbullying ini juga bisa ditempuh dengan melaporkan melalui layanan aduan konten kementerian komunikasi dan informatika. Seseorang yang merasa nama baiknya dicemarkan, bahkan berhak melakukan pengaduan kepada aparat kepolisian setempat.

Penghinaan di sini akan masuk dalam bentuk delik aduan, dan menurut putusan Mahkamah Konstitusi No. 50/PUU-VI/2008 menegaskan bahwa pada pasal 27 ayat 3 UU ITE termasuk delik aduan. Ini berarti perkara bisa diproses secara hukum, apabila terdapat aduan dari orang yang telah dihina di media sosial.

Meski demikian dalam menentukan adanya pencemaran nama baik atau penghinaan, konten dan juga konteks menjadi bagian yang penting untuk dipahami. Dimana korban sendirilah yang mampu menilai secara subyektif mengenai konten yang dirasa telah menyerangnya. Sedangkan pemahaman konteks diperlukan pendapat ahli seperti ahli psikologi dan komunikasi.

Melihat dari dampak yang dapat ditimbulkan oleh cyberbullying, maka penting untuk tetap bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali ujian kebencian di sosial media, dimana para pelakunya menggunakan akun anonim untuk menghindari terjadinya pelaporan atas dirinya.

Related Post