Yuk Intip Cara Melaporkan Debt Collector Apabila Melakukan Penarikan Paksa

Sulitnya ekonomi bisa membuat seseorang terpaksa untuk melakukan pinjaman kredit. Namun jatuh tempo yang terlewat dan membuat angsuran menunggak, bisa membuat kendaraan diambil paksa oleh debt collector. Ternyata pemaksaan dari debt collector ini bisa dilaporkan. Yuk intip cara melaporkan debt collector dan tips menghadapinya berikut.

Mengenal Fenomena Debt Collector

Pekerjaan debt collector yang melakukan penarikan paksa hingga terjadi kekerasan cukup sering terjadi. Hal ini bermula tentu karena banyak masyarakat yang salah kaprah, pada penyebutan perusahaan finance yang biasa disebut dengan istilah leasing. Perusahaan finance ini banyak memberikan kredit, dengan sistem jaminan fidusia.

Fidusia merupakan pengalihan hak atas kepemilikan suatu benda dengan dasar kepercayaan, dimana ketentuannya yaitu benda yang dialihkan ini tetap menjadi penguasaan pemilik benda. Pendaftaran jaminan fidusia memang telah diatur dalam peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia, sehingga antara perusahaan finance dan konsumen tidak akan ada yang rugi.

Namun beberapa perusahaan finance dengan alasan tertentu tidak mendaftarkan jaminan fidusia tersebut, dan lebih memilih menggunakan debt collector. Akibatnya kasus seperti pemaksaan serta penganiayaan terhadap konsumen pun beberapa kali terjadi. Tentu dalam hal ini perusahaan finance pun bisa dijerat dengan pidana.

Tips Mengatasi Perusahaan Finance dan Debt Collector

Dalam cara melaporkan debt collector yang melanggar hukum, ada beberapa yang penting untuk anda perhatikan dan lakukan. Pertama yaitu buat bukti sebanyak mungkin, seperti berkas berkas ketika melakukan kredit, jika anda didatangi langsung oleh debt collector usahkan untuk memanggil tetangga atau kerabat untuk menyaksikan.

Anda bisa merekam dengan video, apabila terlihat indikasi bahwa debt collector mulai melakukan tindakan yang mengintimidasi baik secara verbal maupun fisik. Dan jika anda dipaksa berhenti di tengah jalan, segera minta tolong warga sekitar. Pastikan jangan menandatangani berkas lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan hal tersebut.

Setelah menerapkan tips di atas, anda bisa didampingi oleh pengacara maupun lembaga bantuan hukum bila mengalami kekerasan atau pemaksaan dari debt collector. Karena pada dasarnya untuk menegakkan perbuatan konsumen yang menunggak kredit, maka pengajuan eksekusi di pengadilan adalah langkah yang benar bukan dengan diambil secara paksa.

Related Post